Lewati ke konten utama
NadiaTour
← Cerita & infoCerita & refleksi

Perjalanan pulang

Interior bus dalam perjalanan malam

Bus berangkat selalu ramai. Bus pulang selalu tenang. Bertahun-tahun menemani rombongan, saya belum pernah menemukan pengecualiannya.

Perjalanan pulang punya suaranya sendiri: mesin yang stabil, sesekali gemerisik bungkus oleh-oleh, percakapan pelan dua ibu di kursi tengah yang membicarakan doa siapa yang tadi dititipkan di gua Maria. Tidak ada yang buru-buru. Yang dikejar sudah selesai; yang tersisa tinggal dibawa pulang.

Saya rasa di situlah ziarah benar-benar bekerja. Bukan saat berfoto di depan gereja, bukan saat menyalakan lilin — tapi di jam-jam gelap di jalan tol, saat semua yang dilihat dan didoakan hari itu pelan-pelan mengendap. Ada peserta yang tertidur. Ada yang memandang jendela lama sekali. Dua-duanya sedang melakukan hal yang sama.

Kalau suatu hari kamu ikut perjalanan seperti ini, jangan buru-buru tidur di bus pulang. Duduk saja dulu, biarkan harinya lewat sekali lagi di kepala. Oleh-oleh yang paling awet biasanya bukan yang ada di kantong plastik.

Tanya admin